Perdana, Sekali Jalan 2 Kampus Terkunjungi

Kunjungan Kampus Unesa Unijoyo, 17 Januari 2023

Perdana, Sekali Jalan 2 Kampus Terkunjungi

Cukup Menyenangkan dan happy, karena ini pertama kali angkatan kami jalan-jalan keluar sekolah” ujar tata siswa kelas XII IPS 2 yang ketika crew jurnalis sekolah mendatanginya di kelas. Wajahnya tampak berbinar menceritakan pengalamannya ketika acara kunjungan kampus. Kami diperkenalkan dengan dunia kampus yang belum pernah kami rasakan sebelumnya lanjutnya. Lain halnya dengan Nurmalita yang satu kelas dengannya juga bercerita, “Saya sangat nyaman berada di Unesa dan Unijoyo. Fasilitasnya sangat lengkap serta sejuk untuk perkuliahan. Banyak yang saya dapat dari mengikuti acara tersebut,” lanjut wanita berkerudung ini. Saya dan teman-teman mendapat ilmu baru dan trik jitu untuk masuk dan bersaing dalam SNBP agar kedepannya sering diadakan kegiatan lagi seperti ini untuk adik kelas, pungkasnya.

Acara yang dihelat oleh SMA Kemala Bhayangkari 1 Surabaya 17 Januari 2023 ini memang perdana, baru pertama kali dilakukan, menurut Mahadi Sudharsono, S.Sos sebagai Humas. Acara ini dilaksanakan selain untuk memberikan insight (wawasan)kepada siswa dan juga memberikan pengetahuan lebih kepada siswa terkait dengan dunia kampus mulai dari masuk kampus, suasana, maupun hal-hal ketika menjadi seorang mahasiswa.

Dua kampus yang dikunjungi dalam kegiatan sehari ini; yakni UNESA (Universitas Negeri Surabaya) dan UTM (Universitas Trunojoyo Madura). Di Unesa, para siswa yang berjumlah sekitar 254 dan didampingi oleh Bapak/Ibu Guru, disambut oleh Admisi Unesa di Gedung Auditorium Lantai 4 FBS (Fakultas Bahas dan Seni). Banyak paparan yang penting diberikan oleh pihak Unesa. Acara dimulai tepat pukul 08.00 WIB. dan diawali dengan sambutan kepala sekolah SMA Kemala Bhayangkari 1 Surabaya, Dra Betty Hendri Puspitarini, M.Psi., yang menekankan kepada siswa untuk mempelajari lebih detil dan seluk-beluk kehidupan kampus. Ke depannya, diharapkan para siswa dapat mengambil manfaat dari paparan-paparan narasumber.

Drs Parmin, M.Hum., Sekretaris Divisi Kelulusan, Satuan Admisi Unesa, memulai dengan “Jika ada 10 Siswa Peserta SNBP dari sekolah yang sama lalu memilih Jurusan/prodi yang sama, kampus yang sama dan pada pilihan pertama dipastikan semuanya tebal  (tebal = kata ganti untuk menunjuk tidak lolos pada jurusan yang dipilih tersebut – Red). Satu jurusan maksimal hanya boleh dipilih oleh 2 peserta dari sekolah yang sama. Selain memaparkan strategi bagaimana pemilihan jurusan, beliau juga memaparkan prodi-prodi di Unesa yang kurang lebih ada 76 prodi, baik di kampus Ketintang maupun Lidah Wetan, yang ternaungi dalam 7 fakultas dengan segala keunggulan di prodi masing-masing. Sesi yang tak kalah menarik juga disampaikan oleh Vinda Maya Setyaningrum, S.Sos. M.A selaku Humas UPT Unesa. Di samping memaparkan prodi-prodi baru yang baru dibuka seperti prodi sains data, maupun prodi yang akan dibuka seperti kedokteran umum, sastra korea, beliau juga mepaparkan tingkat persaingan dan keketatan di 10 jurusan pemilih terbanyak SNMPTN 2022 lalu. Dengan demikian peserta bisa mengetahui sejauh mana ia akan memilih jurusan. Trik dan tips masuk jurusan favorit tidak lupa disampaikan agar para siswa dapat lolos UNBP. Lain halnya dengan Ainur Rifqi, S.Pd., M.Pd., Sekretaris Divisi Penerimaan Mahasiswa Baru, Satuan Admisi Unesa, yang lebih banyak memaparkan tentang tata laksana dan aturan-aturan SNBP Tahun 2023.

Unesa membuka sejumlah jalur penerimaan mahasiswa baru. Secara umum ada tiga jalur; SNBP, SNBT dan jalur Mandiri. Pada jalur mandiri ini, ada sejumlah kelompok jalur penerimaan yang disiapkan Unesa: jalur non-tes atau jalur yang menggunakan nilai UTBK nasional dan jalur prestasi yang terdiri dari prestasi keagamaan, seni, olahraga dan kepemimpinan (dengan menggunakan sertifikat sebagai Ketua OSIS). Untuk jalur keagamaan tentu untuk semua agama yang diakui di Indonesia. Untuk agama Islam, ada jalur pesantren, tahfiz dan ada jalur MTQ. Selain itu, juga ada jalur TMUBK sarjana dan sarjana terapan dan terakhir ada jalur khusus disabilitas. “Monggo adik-adik yang punya prestasi atau yang aktif di OSIS bisa menggunakan jalur prestasi yang ada. yang pernah juara lomba bidang seni dan olahraga maupun bidang agama tentu bisa melalui jalur-jalur yang kami siapkan,” pungkasnya.

Pertanyaan banyak muncul setelah sesi tanya-jawab dimulai. “Apa keunggulan Unesa dibanding Perguruan Tinggi Negeri lainnya di Surabaya?” terlontar dari Arlina Permata Putri, XII IPA 3. Disusul rekan satu kelasnya Fransiska Della yang bertanya terkait dalam dunia perkuliahan yang memiliki berbagai macam organisasi, apakah jika tidak mengikuti organisasi tersebut akan berpengaruh pada nilai mata kuliah. Lalu pertanyaan dari siswi kelas XII IPS terkait telah menulis sebuah buku kumpulan cerpen di program literasi sekolah, apakah bisa dimasukkan untuk menambah poin ketika SNBP. Secara berurutan, jawaban disampaikan oleh Vinda Maya Setyaningrum, S.Sos. Yang pertama, bahwa banyak keunggulan-keunggulan di Unesa antara lain, banyak kerjasama maupun pertukaran Mahasiswa dengan Perguruan Tinggi di Luar Negeri. Yang kedua, tidak ada pengaruh tidak mengikuti UKM dengan nilai mata kuliah yang diambil, namun organisasi bisa menambah wawasan yang baru. Ditambahkan oleh Drs. Parmin, bahwa sekarang ada Kurikulum Merdeka Belajar dan Kampus Merdeka (MBKM) yang memang memungkinkan mahasiswa dapat terjun ke lapangan kerja, di industri maupun perusahaan atau lembaga untuk belajar meningkatkan kompetensi sesuai kebutuhan dunia kerja-industri. Kuliah tidak sekadar sebagai jalan untuk mendapatkan pekerjaan. Kuliah harus dipandang sebagai bagian dari proses belajar yang berkelanjutan dalam memperbaiki diri dan meningkatkan kompetensi diri.

Sesi diakhiri tepat pukul 10.15 WIB. oleh Drs. Karmin dengan memaparkan hal-hal yang harus dilakukan oleh Guru BK SMA Kemala Bhayangkari 1 Surabaya, antara lain: memetakan jurusan-jurusan, menyebar jurusan-jurusan yang diambil siswa serta mengusahakan agar 1 prodi dipilih oleh maksimal 2 peserta.

Kegiatan dilanjutkan dengan perjalanan menuju ke UTM (Universitas Trunojoyo Madura). Walaupun sedikit panas, di Unijoyo juga tidak kalah seru dengan suasana ketika di Unesa. Bertempat di lantai 10 Ruang Rektorat, rombongan diterima dengan senyum oleh pihak civitas akademik UTM. Secara garis besar informasi yang diberikan tidak berbeda dengan ketika di Unesa. Materi disampaikan oleh Drs. Supriyanto sebagai Kabiro BAAK UTM dan Taufiqurrahman, sebagai Pranata Humas UTM. Materi diawali dengan sejarah Unijoyo yang berdiri dan ditetapkan oleh Dikti sebagai Perguruan Tinggi Negeri pada tahun 2001, yang sebelumnya dikenal sebagai Perguruan Tinggi Swasta bernama Unibang (Universitas Bangkalan Madura). Diresmikan pada tanggal 23 Juli 2001 oleh Presiden Abdurrahman Wahid dan mulai beroperasi di perkuliahan tahun 2002. Selain sejarah UTM, Taufiqurrahman juga banyak menunjukkan prestasi-prestasi yang telah diraih serta torehan-torehan piala oleh mahasiswa maupun alumni UTM, antara lain: menorehkan rekor MURI di Madura dengan penjahitan dan pembentangan bendera merah putih terpanjang bersama ribuan Mahasiswa UTM, dan juga beberapa Alumni UTM yang telah menjadi anggota DPR RI periode 2019-2024 Dapil Madura. Paparan disambung oleh Drs. Supriyanto yang memberikan pengetahuan tentang cara masuk, jurusan, prodi dan tingkat persaingan yang ada di UTM.

“Jangan Takut untuk ke UTM, Kami sudah berbenah, memang kalau dulu terkenal dengan carok, tetapi semenjak lima tahun terakhir ini kami bekerjasama dengan polres Bangkalan berusaha secara maksimal untuk memberikan rasa aman kepada para mahasiswa-mahasiswa UTM dari luar kota,” jelas Taufiqurrahman, yang mengawali menjawab sesi tanya jawab. Pertanyaan terlontar dari Iqbal siswa dari kelas XII IPA 3 “Apakah ada pertimbangan khusus untuk masuk di UTM ketika kami menyertakan sertifikat organisasi selain OSIS, semisal sebagai Ketua MPK (Majelis Permusyawaratan Kelas).” Pertanyaan tersebut langsung mendapat jawaban, “Tentu saja ada. Anda bisa langsung memasukkan sertifikat tersebut saat mendaftar karena pastinya akan ada pertimbangan dan penilaiannya tersendiri,” terang Drs Supriyanto. Di samping menjawab pertanyaan, panitia juga memberikan doorprice bagi siswa yang dapat menjawab pertanyaan dari panitia. Acara di UTM  diakhiri dengan sesi foto bersama sekitar pukul 15.20 WIB. {*}

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *